Cinta Bertepuk Sebelah Tangan


Cerita tentang cinta memang tiada akhir dan selalu menjadi hal yang indah. Cinta bersemi ketika kita intens saling bertemu, berinteraksi dan lama-lama saling mengerti satu sama lain dan saling menyukai dan mencintai. Merasakah indahnya jatuh cinta pasti sangat menyenangkan, terutama bila sang pujaan hati memiliki perasaan dan keinginan yang sama untuk saling menjalin hubungan percintaan. Sang Pria menyatakan parasaan cintanya yang mendalam kepada sang wanita dengan di landasai oleh rasa cinta yang mendalam. Itulah benih-benih cinta mulai timbul. Rasa cinta memang indah dan berjuta-juta rasa senang hadir dalam hati dan pikirna seseorang yang lagi di mabuk asmara.

Jika kita mencinai seseorang yang kita cintai, kita akan selalu mendoakannya, walaupun dia tidak mencintai kita. Terkadang saat seseorang pria ataupun wanita mencintai pasangannya, tetapi ternyata pasangan nya tersebut hanya menganggap kita sebagai teman, tidak ada perasaan lebih ke kita, rasa kecewa dan pupus harapan menghantui pikiran kita. Itu lah fenomena baik-buruknya cinta .

“Cinta Bertepuk Sebelah Tangan”, ya, itulah pengalaman yang pernah saya alami saat duduk di bangku SMA. Berawal sejak saya kelas 2 SMA, saya memiliki banyak kenalan teman baru, kerena saat kelas 1, sistem kelas nya di acak, sehingga kemungkinan besar banyak teman-teman yang telah saya kenal berada di kelas yang berbeda. Langsung saja ke cerita percintaan saya. Saya memiliki sahabat karib, bernama Androfa dan Wina. Androfa orangnya cerdas dalam pelajaran matematika dan banyak di kagumi teman-teman karena kecerdasannya. Wina, dia orangnya dewasa, setia kawan, dan peduli kepada semua orang. Kami bertiga bersahabat dan saling peduli. Dalam perjalanan waktu berlalu hati ku tidak bisa di bohongi karena saya memiliki perasaan lebih kepada Wina. Segala cara saya lakukan demi menaklukan hati Wina. Wina pun merasa nyaman dengan kehadiran dan rasa perhatian ku ke dia. Tetapi saat itu, aku belum mengerti benar, apakah dia benar-benar menaruh harapan kepada ku ? Waktu terus berlalu dan hari-hari terus berjalan, hingga saatnya realita yang membuat ku tertegun menghampiri ku. Saat itu, saya dan Wina saling curhat satu sama lain. Itu sudah menjadi hal biasa saling memberikan masukan dan saran dalam setiap curahan hati yang kami ungkapkan. Salah sat curhatan Wina yang jujur membuat saya kaget dan tak menyangka, yaitu bila Wina ternyata punya perasaan saying dan cinta kepada Androfa. Saat mendengar statement itu, saya sempat tak menyangka dan jujur dalam hati bergejolak tidak menerima. Tetapi dalam hati saya berkata “aku harus bijaksana dalam mengontrol emosi ku ini”. Perlahan tapi pasti, aku dengan sabar mendengar curahan hati perasaan Wina kepada Androfa. Intinya dari curahan hatinya adalah agar dia meminta bantuan saya untuk bisa menjadi mak comblang (orang yang membantu dalam percintaan seseorang/ perantara). Saat itu, saya belum mampu menanggapi bisa kerana belum pernah menjadi itu sebelumnya. Saya butuh waktu untuk berpikir. Mengapa saya begitu ? karena saya saat itu belum mampu menerima sepenuhnya dan masih butuh ketenangan berpikir. Sepanjang malam ku berpikir untuk berlaku bijaksana dan mempunyai pemikiran bila “Cinta tak harus memiliki, walaupun sakit, tapi biarlah agar seorang yang kita cintai nyaman dengan seseorang yang dia cintai. Cinta itu tidak bisa di paksa. Cinta itu adalah hak seseorang untuk memilih seseorang pendamping yang tepat dalam kehidupan asmaranya. Keesokan harinya kondisi jiwa ku sudah mulai siap untuk menerima kenyataan itu. Saya menyanggupi permintaan Wina untuk menjadi mak comblang . Dalam hati ku berkata “Saya senang jika sahabatku memilih yang terbaik pasanganya yang dia cintai”. Wina senang saat saya menyanggupi itu. Perjalanan waktu terus berlalu. Saya mencoba membuat Androfa dan Wina untuk bisa lebih intens dan nyaman dalam berkomunkasi. Akhirnya, rencana kami berhasil. Androfa akhirnya memiliki rasa cinta kepada Wina. Saat pertengahan semester kelas 2 SMA, Androfa dan Wina remi berpacaran. Saya sebagai sahabat karib mereka merasa senang dan bangga mereka bersatu hati. Dalam hati ku berkata “saya senang mereka berbahagia”. Saat SMA, aku menikmati masa-masa jomblo. Terlintas dalam pikiran membuat suatu syair cinta tentang keadaan saya saat itu pada sebuah blog pribadi saya,

Ingatlah pada satu cinta
Cinta terbaik diantara para pecinta
Cinta paling hakiki diantara cinta di dunia
Cinta tulus kepada Sang Maha Cinta, inilah cinta yang sebenarnya

Jangan malu berjumpa sang dipuja
Walau cintamu tak terbalas dari padanya
Yakinlah bahwa ada yang lebih baik darinya
Yang akan menerimamu dengan penuh senyum surga

Statement Sahabat menjadi Cinta memang sungguh ada. Cinta hadir memang terkadang tak diduga-duga. Dunia belum berakhir bila cinta bertepuk sebelah tangan. Tetaplah bijaksana dalam menghadapi kehidupan percintaan ini.

Pengumuman

Teman- teman yang mengambil

Kuliah Cobit Fundamental SK351A pukul 16.00 - 18.00...

yang di ampu :
Bpk Augie D. Manuputty, Kuliah hari ini 28 September 2010 di kosongkan
, Karena beliau membimbing skripsi. Untuk penggantinya, ada tugas :

1. Dalam 4 Domain Cobit, terdapat Planning and Organization, jelaskan secara detail komponen dan hal-hal yang perlu di perhatikan dalam perencanaan dan organisasi !

Tugas di kumpulkan pada pertemuan selasa depan.

TB: Untuk semua mahasiswa WAJIB dan HARUS mengikuti Workshop Cobit yang di selenggarakan 4 Oktober 2010 pukul 09.00 smp selesai.

Materi selasa 21 September download disini

Terima Kasih.

Bahaya Pemanis Buatan ASPARTAME

Aspartame adalah nama umum dari produk yang bernama NutraSweet, Equal, Spoonful, Equal-Measure, dan Tropicana Slim. Aspartame atau pemanis buatan, biasa ditemukan sebagai bahan pemanis dalam beberapa makanan dan minuman disekitar kita. Namun banyak orang belum mengetahui efek samping negatif dari aspartame yang tidak bisa disepelekan sama dengan makanan yang mengandung formalin.

Efektif Mengenyahkan Serangga

Coba Anda membeli produk makanan ringan terkenal atau membeli minuman yang manis rasanya di supermarket, terus perhatikan labelnya, akan tercantum nama aspartame di sana. Selain itu, para profesional kesehatan juga menganjurkan aspartame sebagai gula yang aman bagi penderita diabetes (misal: Tropicana Slim). Namun, tahukah Anda bahwa aspartame ternyata efektif digunakan sebagai racun semut.

Pernah terjadi, seseorang memiliki masalah hama semut di kamar mandinya. Sadar akan pengaruh aspartame sebagai bahan kimia yang beracun, suatu hari dia menaburkan aspartame di tiap pojok kamar mandinya. Ternyata usahanya berhasil. Dia tidak melihat semut-semut ada di kamar mandinya lagi.

Aspartame juga efektif untuk mengenyahkan masalah semut merah (biasanya tidak mempan dengan berbagai racun). Tidaklah heran jika aspartame bekerja bak racun serangga, karena asam asparctic yang terkandung dalam produk beracun telah terbukti bersifat exitotoxin yang menyebabkan sel-sel otak menjadi cepat mati, sama seperti yang terjadi dengan kasus semut-semut tadi.


Efek Merusak pada Manusia Tak Kalah dengan Formalin

Jika tadi adalah contoh efek negatif aspartame terhadap semut, berikut adalah penuturan para ahli mengenai efek negative aspartame bagi manusia yang cukup mengerikan dan tak kalah dengan bahayanya formalin.

“Aspartame (NutraSweet) merusak secara pelan-pelan dan tak terasa bagi tubuh dan itulah alasan mengapa kita harus menghindarinya. Akan diperlukan satu tahun, lima, 10 atau 40 tahun, tapi dalam jangka panjang akan nampak perubahan yang menyebabkan penyakit ringan maupun berat. Aspartame punya efek yang mendalam pada mood seseorang, kecemasan, pusing, kepanikan, mual, iritabilitas, gangguan ingatn dan konsentrasi.” Ralph Walton, M.D

“Saya telah mengamati adanya masalah kerusakan intelektual yang berat sehubungan dengan penggunaan produk-produk aspartame. Biasanya bermanifestasi dalam susah membaca dan menulis, susah mengingat, sering lupa waktu, tempat bahkan orang lain yang pernah dia kenal. Banyak efek dari aspartame begitu serius termasuk kejang-kejang dan kematian. Efek lainnya yaitu: sakit kepala/migraine, pusing, sakit persendian, mual, mati rasa, kejang otot, kegemukan, gatal-gatal, depresi, kelelahan, lekas marah, tachycardia, insomnia, kebutaan, ketulian, jantung berdebar, sesak nafas, kecemasan, gangguan berbicara, kehilangan indra pengecap, telinga berdengung, vertigo, dan lupa ingatan.” H. J. Roberts, M.D.

Kesetiaan Tuhan VS Kesetiaan Manusia

Roma 3:1-8; Amsal 20:6

"Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi." (Rom. 3:3-4).

Ada banyak alat pengukur yang dipakai orang dalam kehidupan sehari-hari, contohnya thermometer sebagai alat pengukur suhu atau temperatur, barometer sebagai alat pengukur kelembaban, atau anemometer sebagai alat untuk mengukur kecepatan angin, dan masih banyak lagi alat pengukur lainnya. Tetapi adakah alat pengukur kesetiaan seseorang? Ada! Apa itu? Perbuatannya!


Kesetiaan manusia terbatas dan tidak sempurna. Ia berubah-ubah tergantung keadaan atau suasana, dan apakah menguntungkan dirinya atau tidak. Dan anehnya mencari orang yang setia sulitnya bukan main. Tidak heran bila kita mendengar banyak pasutri kawin cerai dan berselingkuh dan terjadi pemberontakan terhadap atasan atau pimpinan yang sah. Mengapa? Karena manusia telah jatuh dalam dosa. Ketidaksetiaan telah menjadi watak dari manusia berdosa. “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Ams. 20:6).


Bagaimana dengan kesetiaan Allah? Tidak pernah berubah! Dulu, sekarang dan sampai selamanya kesetiaan-Nya sama. Setia terhadap apa? Janji-janji-Nya! Firman-Nya! Kesetiaan-Nya tidak pernah berubah sekalipun manusia tidak setia. Kesetiaan-Nya tidak pernah berubah karena dosa kita. Justru saat kita menjadi manusia berdosa Dia mendemonstrasikan kesetiaan-Nya kepada manusia dengan mengutus Anak-Nya yang Tunggal untuk menebus dosa kita di atas kayu salib. "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." (2 Tim. 2:13). Tetapi apakah ini menjadi lampu hijau buat kita untuk melakukan dosa, toh Tuhan tetap setia? Tidak! Sekali-kali tidak! Justru karena Dia tidak pernah berubah itulah membuat kita bergantung sepenuhnya pada janji-janji-Nya.


Tidak ada janji-Nya yang tidak pernah Dia tepati, semuanya Dia tepati. Dia adalah Kebenaran. Oleh sebab itu saat Anda sakit Yesus akan datang sebagai Penyembuh Anda. Saat Anda tertekan dan putus asa Dia akan datang sebagai Raja Damai. Tunggu apa lagi? Datanglah kepada-Nya dan percayalah apa yang dikatakan-Nya, maka hari ini akan menjadi hari yang indah bagi Anda. Yesus setia sampai selamanya. Haleluya!

Renungan:


Jangan pernah menjadi orang yang tidak setia kepada setiap perjanjian yang pernah Anda ikrarkan, termasuk perjanjian pernikahan kudus. Sebab bila kita berlaku tidak setia, maka akan menjadi celah bagi iblis untuk menghancurkan hidup Anda.

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

BenarkahKita Sudah Mengenal Diri Kita Sendiri

Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.

Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.

Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.

“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.

Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.

Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan.

Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.

Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.”

Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….”

Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”

Kenyataan dan Asumsi
Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.

Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita.

Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya. Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.

Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.

Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.

Solusi
Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.

(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.
(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.

Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan.

Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?

1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.

a. Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya

b. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.

2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.

sumber-artikel

Investigasi Akhir Zaman pada Tahun 2012


Investigasi Akhir Zaman Tesis buku ini adalah tahun 2012 akan menjadi sangat penting, mungkin menghancurkan, mungkin mengungkapkan, sampai tingkat yang tak tertandingi dalam sejarah manusia. Beberapa bahasan dalam buku ini:

- Ramalan bangsa Maya kuno, didasari observasi astronomi yang amat teliti selama dua milenia, mengindikasikan 21/12/12 akan menjadi kelahiran sebuah zaman baru. Dan seperti layaknya kelahiran, akan diiringi darah dan penderitaan serta harapan dan janji.

- Sejak 1940-an, dan terutama sejak 2003, tingkah laku Matahari lebih bergejolak dibanding kapan pun sejak pemanasan global meningkat pesat mengiringi mencairnya Zaman Es terakhir 11.000 tahun lalu. Fisikawan Matahari menyimpulkan aktivitas Matahari akan memuncak lagi—dan memecahkan rekor—pada 2012.

- Para ahli geofisika Rusia berpendapat Tata Surya telah memasuki awan energi antarbintang. Awan itu mengaktifkan dan merusak keseimbangan Matahari serta atmosfer planet-planet. Mereka memprediksi bencana ini—yang terjadi ketika Bumi berjumpa awan energi itu—akan terjadi antara 2010 hingga 2020.

- Filosofi Timur, seperti I Ching, The Chinese Book of Changes, dan teologi Hindu, berisi penafsiran masuk akal yang ikut mendukung 2012 sebagai saat kiamat, seperti halnya dengan sederet sistem kepercayaan primitif.

- Setidaknya satu penafsiran ilmiah terhadap Kitab Suci memprediksi Bumi akan musnah pada 2012. Berbagai gerakan Harmagedon kaum Muslim, Kristen, dan Yahudi dengan aktif berupaya mempercepat pertempuran akhir zaman.

untuk lihat selengkapnya klik disini

Komputer dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kemajuan dunia komputer berdampak positif bagi manusia. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah dampak komputer bagi kesehatan individu pemakainya. Dan dari semua keluhan kesehatan yang pernah ada, kebanyakan keluhan datang dari para pengguna laptop. Laptop atau notebook sebagai sarana mobile-computing memang dirancang seefesien mungkin untuk dapat dengan mudah dibawa ke manapun. Namun efesiensi yang didapat dari penggunaan laptop ini rupanya harus dibayar mahal dengan mengorbankan faktor ergonomic yang sangat berperan dalam menjamin kenyamanan dan kesehatan sang pemakai.


Salah satu kasus gangguan kesehatan dalam penggunaan laptop dialami oleh Danielle Weatherbee (29 tahun) dari Seattle, seperti yang ditulis dalam buku Using Information Technology. Karena kebiasaannya sehari-hari yang mempergunakan laptop di mana pun berada, ia kemudian mengalami gangguan tulang belakang. Setelah diperiksa, dokter mendapati tulang belakangnya sudah seperti seorang berusia 50 tahun. Inilah salah satu akibat dari dikorbankannya nilai ergonomic sebuah barang, dalam hal ini laptop.

Secara luas, memang dikenal beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pemakaian komputer, antara lain Repetitive Stress/Strain Injury (RSI), Kelelahan Mata dan Sakit Kepala, Sakit Punggung dan Leher, dan Medan Elektromagnetik. Lebih lanjut mengenai Repetitive Stress/Strain Injury (RSI) sendiri adalah sakit pada pergelangan tangan, lengan, tangan dan leher karena otot-ototnya harus bekerja cepat dan berulang. Hal ini dapat menjadi semakin parah jika sang pemakai komputer tidak memperhatikan faktor ergonomic pemakaian komputer dalam jangka waktu lama. Faktor ergonomic sendiri sangat perlu diperhatikan untuk memperoleh kenyamanan dan posisi ideal yang sehat bagi tubuh selama pemakaian komputer.

Yang kedua adalah kelelahan mata dan sakit kepala. Sebenarnya ini merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan para pemakai komputer, Computer Vision Sindrome (CVS) sendiri merupakan kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya.

Untuk masalah medan elektromantik (EMF), sebenarnya telah marak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak pihak yang mengkhawatirkan dampak medan magnetic yang terdapat pada berbagai jenis peralatan elektronik, termasuk komputer, terhadap para pemakainya. Mulai dari ketakutan akan gangguan kelahiran yang menyebabkan bayi lahir cacat hingga gangguan yang menyebabkan kanker, pernah menjadi isu seputar dampak medan magnetic. Akan tetapi hingga saat ini belum ada yang tahu pasti mengenai kebenaran dugaan tersebut. Namun begitu, di negara-negara maju seperti Inggris, pemerintahnya telah menganjurkan agar anak-anak di bawah umur mengurangi pemakaian barang-barang yang bermedan elektronik, termasuk komputer bagi anak.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Federal Communication Commission (FCC) sebenarnya telah membuat pengukuran khusus yang disebut Specifik Absorption Rate (SAR). SAR sendiri berfungsi untuk menyediakan data tingkat radiasi dari tiap type ponsel yang ada.(dna)