BenarkahKita Sudah Mengenal Diri Kita Sendiri

Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.

Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.

Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.

“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.

Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.

Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan.

Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.

Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.”

Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….”

Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”

Kenyataan dan Asumsi
Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.

Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita.

Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya. Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.

Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.

Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.

Solusi
Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.

(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.
(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.

Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan.

Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?

1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.

a. Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya

b. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.

2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.

sumber-artikel

Investigasi Akhir Zaman pada Tahun 2012


Investigasi Akhir Zaman Tesis buku ini adalah tahun 2012 akan menjadi sangat penting, mungkin menghancurkan, mungkin mengungkapkan, sampai tingkat yang tak tertandingi dalam sejarah manusia. Beberapa bahasan dalam buku ini:

- Ramalan bangsa Maya kuno, didasari observasi astronomi yang amat teliti selama dua milenia, mengindikasikan 21/12/12 akan menjadi kelahiran sebuah zaman baru. Dan seperti layaknya kelahiran, akan diiringi darah dan penderitaan serta harapan dan janji.

- Sejak 1940-an, dan terutama sejak 2003, tingkah laku Matahari lebih bergejolak dibanding kapan pun sejak pemanasan global meningkat pesat mengiringi mencairnya Zaman Es terakhir 11.000 tahun lalu. Fisikawan Matahari menyimpulkan aktivitas Matahari akan memuncak lagi—dan memecahkan rekor—pada 2012.

- Para ahli geofisika Rusia berpendapat Tata Surya telah memasuki awan energi antarbintang. Awan itu mengaktifkan dan merusak keseimbangan Matahari serta atmosfer planet-planet. Mereka memprediksi bencana ini—yang terjadi ketika Bumi berjumpa awan energi itu—akan terjadi antara 2010 hingga 2020.

- Filosofi Timur, seperti I Ching, The Chinese Book of Changes, dan teologi Hindu, berisi penafsiran masuk akal yang ikut mendukung 2012 sebagai saat kiamat, seperti halnya dengan sederet sistem kepercayaan primitif.

- Setidaknya satu penafsiran ilmiah terhadap Kitab Suci memprediksi Bumi akan musnah pada 2012. Berbagai gerakan Harmagedon kaum Muslim, Kristen, dan Yahudi dengan aktif berupaya mempercepat pertempuran akhir zaman.

untuk lihat selengkapnya klik disini

Komputer dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kemajuan dunia komputer berdampak positif bagi manusia. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah dampak komputer bagi kesehatan individu pemakainya. Dan dari semua keluhan kesehatan yang pernah ada, kebanyakan keluhan datang dari para pengguna laptop. Laptop atau notebook sebagai sarana mobile-computing memang dirancang seefesien mungkin untuk dapat dengan mudah dibawa ke manapun. Namun efesiensi yang didapat dari penggunaan laptop ini rupanya harus dibayar mahal dengan mengorbankan faktor ergonomic yang sangat berperan dalam menjamin kenyamanan dan kesehatan sang pemakai.


Salah satu kasus gangguan kesehatan dalam penggunaan laptop dialami oleh Danielle Weatherbee (29 tahun) dari Seattle, seperti yang ditulis dalam buku Using Information Technology. Karena kebiasaannya sehari-hari yang mempergunakan laptop di mana pun berada, ia kemudian mengalami gangguan tulang belakang. Setelah diperiksa, dokter mendapati tulang belakangnya sudah seperti seorang berusia 50 tahun. Inilah salah satu akibat dari dikorbankannya nilai ergonomic sebuah barang, dalam hal ini laptop.

Secara luas, memang dikenal beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pemakaian komputer, antara lain Repetitive Stress/Strain Injury (RSI), Kelelahan Mata dan Sakit Kepala, Sakit Punggung dan Leher, dan Medan Elektromagnetik. Lebih lanjut mengenai Repetitive Stress/Strain Injury (RSI) sendiri adalah sakit pada pergelangan tangan, lengan, tangan dan leher karena otot-ototnya harus bekerja cepat dan berulang. Hal ini dapat menjadi semakin parah jika sang pemakai komputer tidak memperhatikan faktor ergonomic pemakaian komputer dalam jangka waktu lama. Faktor ergonomic sendiri sangat perlu diperhatikan untuk memperoleh kenyamanan dan posisi ideal yang sehat bagi tubuh selama pemakaian komputer.

Yang kedua adalah kelelahan mata dan sakit kepala. Sebenarnya ini merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan para pemakai komputer, Computer Vision Sindrome (CVS) sendiri merupakan kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya.

Untuk masalah medan elektromantik (EMF), sebenarnya telah marak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak pihak yang mengkhawatirkan dampak medan magnetic yang terdapat pada berbagai jenis peralatan elektronik, termasuk komputer, terhadap para pemakainya. Mulai dari ketakutan akan gangguan kelahiran yang menyebabkan bayi lahir cacat hingga gangguan yang menyebabkan kanker, pernah menjadi isu seputar dampak medan magnetic. Akan tetapi hingga saat ini belum ada yang tahu pasti mengenai kebenaran dugaan tersebut. Namun begitu, di negara-negara maju seperti Inggris, pemerintahnya telah menganjurkan agar anak-anak di bawah umur mengurangi pemakaian barang-barang yang bermedan elektronik, termasuk komputer bagi anak.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Federal Communication Commission (FCC) sebenarnya telah membuat pengukuran khusus yang disebut Specifik Absorption Rate (SAR). SAR sendiri berfungsi untuk menyediakan data tingkat radiasi dari tiap type ponsel yang ada.(dna)


Kisah Masa Tua Bagi Seorang Ayah

SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-KITA YANG MASIH MUDA

( YANG KELAK AKAN MENJADI TUA PULA .... )

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya dan si opa menceritakan kisah hidupnya.

Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya,
mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya
menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau
plastik yang sama dengan yang
mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya
mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah
dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

Jika kamu menerima e-mail ini berarti masih ada orang yang peduli kepadamu untuk mengingatkan jasa kedua orang tuamu.

When was the last time you chat to your parent ?
THEY NEED YOU!

Love your parents in anyway they are...

10 kebiasaan buruk yang merusak Otak

Teman-teman, yang telah kita ketahui bahwa fungsi otak adalah untuk berpikir dan merangsang seseorang untuk melakukan sesuatu. Otak sangat penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, otak harus kita jaga agar otak tidak menjadi rusak. Berdasarkan penelitian, terdapat 10 kebiasaan yang sering kita tak sadari dapat merusak fungsi otak. 10 kebiasaan itu adalah :

1. Tidak mau sarapan
Banyak orang yag menyepelekan sarapan, padahal tidak mengkonsumsi makanan pada pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat turunnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakibat pada kemunduran otak.

2. Kebanyakan Makan
Terlalu banyak makan menyebabkan pembuluh darah di otak menjadi keras yang berakibat menurunnya kekuatan mental.

3.Merokok
Merokok sangat berbahaya bagi otak kita. Akibatnya, otak kita bisa menyusut dan kehilangan fungsi-fungsinya

4.Terlalu banyak mengkonsumsi gula
Terlalu banyak mengkonsumsi gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak menjadi terganggu

5. Polusi Udara

Otak merupakan bagian tubuh yang banyak menyerap udara. Terlalu banyak di lingkungan yang berpolusi memperlemah fungsi dan kerja otak

6.Kurang tidur
Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. sering kelalaian tidur menyebabkan fungsi otak menjadi keletihan

7.Menutup kepala ketika sedang tidur
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir terlalu keras ketika sedang saki
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak.


9.
Kurangnya stimulasi otak
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.

10. Jarang bicara

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak.

7 Langkah dari Dosa menuju Pertobatan

Langkah 1 : Mendengarkan dan menyakini Janji Tuhan
Mengetahui dan percaya adalah pintu menuju pertobatan. Ini sebabnya Tuhan memerintahkan kita untuk memberitakan injil ke seluruh dunia, yaitu supaya semua orang mendengarkan dan percaya. Sama halnya, kita tahu bahwa pada masa perjanjian lama, Tuhan sering kali mengutus para nabi untuk menyampaikan nubuat agar bangsa-bangsa bertobat. Namun apa yang disampaikan tentu sajalah adalah Firman yang berasal dari Tuhan saja.

Langkah 2 : Menyadari bahwa dirinya berdosa

Setelah mendengarkan dan menyakini firman yang disampaikan Hamba-Nya, maka langkah selanjutnya adalah menyadari bahwa dirnya adalah orang berdosa. Sikap jujur diperlukan disini. Selama orang tidak mau mengakui dosa dan segala kesalahan yang telah ia perbuat, atau masih berusaha mencari pembenaran, maka ia tidak akan pernah bisa bertobat.

langkah 3: Menyesali dosa-dosanya

Setelah menyadari dan mengakui dirinya berdosa, maka langkah selanjutnya adalah menyesali dosa-dosa itu. Mengakui tidak serta merta berarti dia menyesali. Orang yang masih merasa ia berdosa karena situasi, lingkungan, latar-belakang dll juga belum bisa disebut sebagai menyesali. Orang yang menyesal tidak punya alasan untuk membenarkan perbuatannya atau untuk mengulanginya lagi.

Langkah 4: Perubahan Pikiran

Pada dasarnya, inti dari injil adalah perubahan. Agar dosa kita terampuni, kita perlu berubah. Agar kita bisa menyenangkan hati Tuhan, kita perlu berubah. Untuk menerima hidup kekal, kita perlu berubah. Perubahan ini juga adalah inti dari sebuah pertobatan.

Langkah 5: Tindakan awal pertobatan

Salah satu tindakan yang mengikuti pertobatan adalah baptisan. Ini adalah tindakan iman sebagai simbol dan pernyataan kepada umum bahwa dia telah menyesali dosa-dosanya dan mau berbalik kepada jalan Allah. Namun ada kalanya kita masih kali berbuat dosa setelah di baptis. Tentu saja kita tidak perlu dibaptis lagi, tetapi kita harus berdoa memohon pengampunan kepada-NYA. Demikian juga jikalau dosa yang dilakukannya adalah terhadap orang lain. Jika orang itu pernah melakukan kesalahan pada satu gerej, maka gereja wajib menjelaskan pada para jemaat bahwa orang itu kini telah bertobat.


Langkah 6: Berhenti melakukan dosa

Pertobatan juga bicara tentang keputusan untuk berubah. Jadi, setelah bertobat, ia harus menjalankan segala keputusannya itu dengan cara berhenti total melakukan dosa. Dari sinilah maka seseorang yang bertobat bisa menghasilkan buah-buah pertobatan.

Langkah 7: Pemulihan


Buah pertobatan memerlukan lebih dari sekedar memutuskan untuk melakukan yang baik dikemudian hari atau tidak akan melakukan lagi. Di satu titik kita perlu melakukan usaha untuk memperbaiki dampak buruk dari dosa kita, termasuk dampak buruk yang dialami oleh orang lain. Contoh yang baik dalam hal ini adalah Zakheus (Luk 19 :1-10). Memang hal yang terakhir ini bisa jadi adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan atau tidak dilakukan. Tapi, intinya kita harus tetap berusaha melakukan ajaran firman Tuhan.Tyhan Yesus Maha Pengampun. Jika kita sungguh-sungguh menyesali akan dosa-dosa kita, yakinlah Tuhan pasti akan melepaskan belenggu dosa dari hati mu. Halleluya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Tuhan memberkati kita semua. GBU

Gangguan Jiwa

Menurut Dr. dr H. Dadang Hawari, Psikiater gangguan jiwa merupakan salah satu dari 4 masalah kesehatan utama di negara-negara maju, modern, dan industri. Keempat masalah kesehatan utama adalah :

1. Penyakit Degeneratif
2. Penyakit Kanker
3. Gangguan Jiwa
4. Kecelakaan

Menurut paham kesehatan, jiwa seseorang dikatakan sakit apabila ia tidak mampu berfungsi secara wajar dalam kehidupan sehari-hari., dirumah, disekolah/tempat kampus, ditempat kerja, dan dilingkungan sosialnya. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa akan mengalami ketidakmampuan berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari=hari.

Data statistik yang dikemukakan oleh WHO menyebutkan bahwa setiap saat 1% dari penduduk dunia berada dalam keadaan membutuhkan pertolongan serta pengobatan untuk suatu gangguan jiwa. Sementara itu, 10% dari penduduk memerlukan pertolongan kedokteran jiwa pada satu waktu dalam hidupnya.
Secara umum, gangguan jiwa dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Psikosa
Ditandai dengan 2 gejala utama:
a. Tidak adanya pemahaman diri.
b. Kemampuan menilai relibilitas

Golongan Psikosa dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Psikosa Fungsional
Gangguan jiwa yang disebabkan karena terganggunya fungsi sistem transmisi sinyal penghantar syaraf
2. Psikosa Organik
Gangguan jiwa yang disebabkan karena adanya kelainan pada struktur susunan syaraf pusat yang disebabkan misalnya tumor otak, kelainan pembuluh darah diotak, infeksi otak, keracunan (intoksinasi) NAZA (Narkotika, Alkohol, dan Zat Adiktif lainnya).

2. Non Psikosa
a. Masih adanya pemahaman diri.
b. Masih mampu menilai realita.